Lampung
sejak jaman dahulu sudah dikenal ke manca negara bersama daerah Bangka menjadi
penghasil komoditas tanaman rempah-rempah yaitu lada atau merica.(Piper nigrum L)
Dua provinsi
di pulau Sumatera itu menjadi centra tanaman asal Ghots India yang
dibudidayakan secara massal oleh petani lada yang ada diwilayah itu.
Lampung
dikenal dengan lada hitamnya sementara Bangka dikenal dengan lada putih.
Sebenarnya antara lada putih dan lada hitam sama sama hasil produksi tanaman
lada Hanya saja yang membedakan cara pemetikan dan pengelolaan pasca panen.
Pada lada
hitam pemetikan dilakukan apabila buah sudah berwarna hijau tua dan bila
dipijit akan mengeluarkan cairan putih atau sudah mencapai stadium buah tua di
pohon.
Buah lada yang sudah mencapai stadium buah tua ditandani
dengan dompolan buah terdiri dari atas 2% buah lada merah, 23% buah lada
kuning dan 75% buah lada hijau.
Pada lada hitam akan dilakukan pemetikan apabila buah sudha
berwarna kuning sampai merah dan setiap dompelan terdiri dari atas 18% buah
lada merah, 22% buah lada kuning dan 60 % buah lada hijau.
Penanganan pascapanen lada hitam melalui tahapan perontokan,
pengeringan ,permbersiahn dan sortasi, Pengemasan dan penyimpanan
Sedangkan penanganan pasca panen lada putih melalui tahapan
:perendaman ,Pembersihan (Pencucian) ,pengeringan, pencucan dan sortasi dan penyimpanan hasil.
Salah satu petani lada hitam di provinsi lampung yang sukses
dan di kenala meluas secara regional,nasional dan manca negara adalah Pak Haji Lukito.
Pak Haji Lukito merupakan penduduk warga RT 18 RW 05 Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga
Kabupaten Lampung Timur kelahiran Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes pada tanggal 14 Mei
1958.
Perjalanan hidupnya cukup menarik karena Pak Haji Lukito
bukanlah pribadi dengan pendidikan yang tinggi ,beliau hanya mengenyam
pendidikan Sekolah Dasar.
Pak Haji Lukito pindah ke Lampung Timur mengikuti kedua orang
tua Bpk Sumoro dan Ibu Masitoh bersama 9
saudara kandungnya pada tahun 1965.
Saat itu ia masih kecil tak mengerti mengapa kedua
orangtuanya harus hijrah dari Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes
ke pulau Sumatra tepatnya di Kabupaten Lampung Timur
Ketika usia semakin dewasa semakin mengerti dan memahami
mengapa bapak ibunya memilih menetap di Lampung Timur agar kehidupan keluargnya
lebih mapan ,damai dan sejahtera,
Pilihan hidup itu
ternyata terbukti benar dikemudian hari berkat kerja keras, mau belajar,berantanya
dan bergaul dengan semua kalangan,baik petani,penyuluh ahli pertanian,
pejabat pejabat pemerintahan.
Pak Haji Lukito anak lelaki putra Bpk Sumoro dan Ibu Masitoh
menjadi pribadi yang tangguh. disegani dan menjadi panutan petani lada di
Kabupaten Lampung Timur.
Memulai berkebun Lada pada tahun 1980 dengan menyewa kebun
milik tetangga di Desa Sukadana Baru dengan luas 2 hektar.
Bertahun-tahun hidupnya dihabiskan dengan membudidayakan lada
dengan vaietas Natar 1 yang menjadi tanaman lada dibudidayakan di desanya.
Hasil Jerih payahnya dikumpulkan untuk kehidupan sehari-hari
kelurganya dan juga ditabung untuk membeli sebidang kebun agar tak lagi menyewa
pada tetangganya.serta menyisikan buat tabungan Ongkos Naik Haji (ONH)
Mulai tahun 2000 Pak Kaji Lukito berhasil mandiri berkebun
lada menggunakan kebun miliknya seluas 2 ha dikelola bersama istrinya Ibu Maryati dan kedua
anaknya.
Meananm lada membutuhkan keuletan, kesabara, dan ketekunan oleh
karena tanaman memerlukan perawatan yang sangat komplek sejak mulai pengolahan
tanah, pembuatan lobang,pemasangan tajar,pembuatan bibit.
Dan tak kalah pentingnya saat menanam bibit merica
,pemupukan,penyiangan ,pennaggulangan hama dan penyakit serta masa panen dan
pasca penen semuanya harus diperhitungkan dnegan sangat matang.
Produksi kebun lada Pak Kaji Lukito setiap hektar berkisar
2.5-3 ton /ha sesudah melalui proses penanagan pasca panen menjadi lada hitam.
Lada hitam hasil panen milik Pak Lukito dijual pada pedagang
yang datang ke rumahnya di Desa Sukadana Baru dengan harga yang cukup tinggi
bahkan menjadi rebutan beberapa tengkulak dari luar daerah seperti Jakarta.
Pada tahun 2003 bersama sahabat-sahabatnya petani lada di Desa Sukadana Baru,Pak Haji Lukito membentuk Kelompok Tani Sidorukun dengan
jumlah anggota 20 petani dengan luas areal kebun lada 50 ha.
Kelompok Tani Sidorukun dibentuk sebagai ajang
berkomunikasi,berbagi informasi dan pengetahuan seputar budidaya lada dan
pemasaran,
Tetapi juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemajuan para
anggotanya sehingga semakin mudah berinterkasi sesama anggota,dengan
pemerintahan , ahli tanaman lada,lsm dan pemerintah pusat.
Dibawah kendali Pak Haji Lukito,Kelompok Tani Sido Rukun
menjadi kelompok tani paling berhasil dalam budi daya lada di Kabupaten Lampung
Timur ,Propinsi Lampung dan Tingkat Nasional dengan ditandai pemebrian
penghargaan kepada Pak Haji Lukito dan Kelompok Tani Sido Rukun.
Pak Haji Lukito pada
tahun 2011 mendapat Penghargaan Petani Teladan Nasional Bidang Pangan dari
Presiden Susilo Bambang Yudoyono.dan dari Bupati Lampung Timur.
Di tingkat Internasional Pak Haji Lukito pada tahun 2011 mendapat
penghargaan Petani Lada Tebaik Internasional dari Komunitas Lada Internasional atau
International Peper Comunity
Kemudian tahun 2012 mendapat pernghargaan menjadi petani lada
terbaik tingkat nasional Piagam 2012 IPC Award Best of Farmer From Indonesia;
Tahun 2015 mendapatkan IPC Award 2015 Best of Farmer di Malaysia
dan sejumlah penghargaan Piagam dan Piala diterima bapak dua anak itu.
Kebun lada miliknya yang luasnya 5 ha dan Kelompok Tani Sido
Rukun menjadi tempat kunjungan petani ,pejabat,peneliti, pengusaha, mahasiswa
baik yang datang dari propinsi Lampung,Sumatera Jawa Kalimantan,Sulawesi
untuk belajar budidaya lada pada Pak Kaji Lukito.
Beberapa minggu yang lalu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito berkunjung ke Desa Sukadana untuk melihat dari dekat kebun lada miliknya dan Kelompok Tani Sido Rukun Desa Sukadana .
Menteri Pedagangan beserta rombongan dari Jakarta didampingi DPR RI pejabat Pemprov Lampung,Bupati Lampung Timur Dr,Hj Chusnunia Chalim DPRD Lampung Timur ,Kepala Dinas dan pejabat terkait
Pak Haji Lukito adalah sosok pribadi yang ramah suka bergaul dan mudah diajak komunikasi dengan siapapun baik urusan lada dan kemasyarakatan.
Menurut Pak Haji Lukito hidup harus saling berbagi, kepada sesama,karena dengan semakin banyak saudara semakin banyak pula rejeki dan sahabatnya.
Beberapa minggu yang lalu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito berkunjung ke Desa Sukadana untuk melihat dari dekat kebun lada miliknya dan Kelompok Tani Sido Rukun Desa Sukadana .
Menteri Pedagangan beserta rombongan dari Jakarta didampingi DPR RI pejabat Pemprov Lampung,Bupati Lampung Timur Dr,Hj Chusnunia Chalim DPRD Lampung Timur ,Kepala Dinas dan pejabat terkait
Pak Haji Lukito adalah sosok pribadi yang ramah suka bergaul dan mudah diajak komunikasi dengan siapapun baik urusan lada dan kemasyarakatan.
Menurut Pak Haji Lukito hidup harus saling berbagi, kepada sesama,karena dengan semakin banyak saudara semakin banyak pula rejeki dan sahabatnya.
Karangnangka 13 Oktober 2013
Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan
Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan
Sumber;
Wawancara via telpon pada tanggal 12 Oktober 2016 dengan Pak Haji Lukito langsung dari Desa Sukadana Lampung Timur.







This comment has been removed by the author.
ReplyDelete