Artikel Terbaru

Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts
Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts

Friday, October 27, 2017

Catatan Sepakbola La Liga  Spanyol

Catatan Sepakbola La Liga Spanyol

Perburuan Klasik Real Madrid, Barcelona dan Kuda Hitam Atletico Madrid


gambar istimewa
Purwokertokita.com – La Liga Spanyol pekan ini mulai berputar menandai musim kompetisi 2017-2018 menjadi ajang pertarungan dan perburuan 20 klub yang akan bersaing memperebutkan gelar juara kasta tertinggi sepakbola Negeri Matador.
Pertarungan tak hanya memperebutkan titel juara La Liga juga akan memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa, baik Liga Champions dan Liga Eropa sesuai dengan regulasi Badan Sepakbola Eropa UEFA.

Musim kompetisi 2017-2018 akan mulai bergulir tanggal 18 Agustus 2017 sampai dengan 20 Mei 2018, dengan menghadirkan 3 tim promosi yaitu Levante ,Girona dan Getave. Levante dan Getafe tak asing lagi bagi publik sepakbola Spanyol menjadi klub sering masuk dan keluar La Liga Spanyol
Levante dengan predikat juara Segunda Division 2016-2017 terkahir kali bermain di La Liga pada musim kompetisi 2015-2016. Saat itu Levante harus terdegradasi karena menduduki peringkat paling buncit alias juru kunci.

Begitu pula Getafe tampil kembali ke La Liga berkat sukses menyisishkan dua pesaingnya Husca dan Tenerife pada babak play off. Getafe seperti Levante terlempar dari La Liga pada musim 2015-2016.
Sedangkan Girona menorehkan sejarah untuk pertama kalinya tampil di La Liga sejak didirikan pada 23 Juli 1930. Estadio Montolivi markas Girona menjadi ajang pertandingan home saat menjamu lawan-lawannya.

Girona yang tampil brilian sepanjang musim Segunda Division memperoleh tiket promosi La Liga dengan bermain imbang 0-0 melawan pelanggan La Liga Real Zaragoza. Tim berjuluk “Blanquevermell ” bakal merasakan kerasnya persaingan kasta tertinggi sepakbola Spanyol.

La liga Musim 2017-2018 seperti musim kompetisi sebelumnya akan menjadi pertarungan klasik dua klub raksasa sepakbola Real Madrid dan Barcelona yang silih berganti menjadi juara. Tim sekota Real Madrid yang diasuh Diego Simoene, Atletico Madrid tetap menempati kuda hitam yang sewaktu-waktu dapat membuyarkan impian El Real dan El Barca.

Juara bertahan Los Blancos Real Madrid menempati posisi teratas menjadi juara La Liga dengan kedalaman skuad yang tak banyak berubah, masih bertumpu pemain-pemain lama yang mempersembahkan Titel Juara La Liga dan Liga Champions Europa 2017.

Pasukan arahan Zinedine Zidane dengan modal 2 gelar juara Piala Super Eropa dan Piiala Super Spanyol yang diperoleh menjelang kompetisi La Liga diputar menjadi modal berharga untuk kembali menjadi juara.

Real Madrid menjadi juara Piala Super Spanyol dengan menyingkirkan juara Liga Europa Manchester United 2-1 kemudian menyabet juara Piala Super Spanyol setelah membungkan perlawanan rival abadinya Barcelona dengan agregat 5-1.

Pada Leg 1 di Estadion Camp Nou, Sergio Ramos dan kawan-kawan sukses mempermalukan Barcelona 3-1, meski bermain dengan 10 orang sesudah pemain mega bintangnya Cristiano Ronaldo diusir wasit mengantongi kartu merah dianggap mendorong sang pengadil.
Tanpa Ronaldo, Real Madrid kembali perkasa saat menjamu Los Cules di estadio Santiago Bernabeu, berhasil menekuk Lionel Messi 2-0 sekaligus meraih trophy Piala Super Spanyol.

Real Madrid pantas berada di posisi teratas dibandingkan Barcelona yang berganti nahkoda dari pelatih Luis Enrique ke Ersnesto Velvarde yang belum teruji menangani tim sebesar Barcelona.
Barcelona juga kehilangan pemain penitngnya, Neymar yang memilih berlabuh di PSG Perancis. Trio MSN yang selama ini ditakui jagad sepakbola Spanyol dan Eropa akan memengaruhi kekuatan Barcelona bersaing dengan Real Madrid yang masih diperkuat Trio BBC (Benzema, Bale dan Cristiano Ronaldo).

Atletico Madrid yang musim ini menempati stadion anyar Estadion Wanda Metropolitan tetap menjadi kuda hitam yang potensial mempersulit Madrid dan Barca. Dengan stadion baru berkapasitas 67,702 penonton Los Colchonores bakal bersemangat bersaing sampai usai kompetisi memperoleh keberuntungan setelah meninggalkan Estadion Vicente Calderon, stadion kebanggan sejak klub berdiri.

Terlepas dari pertarungan Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid ada beberapa catatan menarik La Liga musim ini dengan perubahan nama markas tim bertajuk Super Depor. Deportivo La Coruna dari Estadio Riazor menjadi Abanca-Riazor sebagi konsekuensi sponsor yang menjadi penyandang dana.
La Liga juga menjadi ujian pelatih muda asal Argentina Luis Zebeldia yang didapuk menangani Alaves.

Entrenador berusia 36 tahun ditunjuk manajemen Alaves menggantikan pelatih sebelumnya Mauricio Pellegrino yang hijrah ke Liga Premier Inggris menjadi pelatih klub Southampton.
Terlampau dini mengatakan bahwa Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid yang bakal menjadi juara La Liga 2017-2018 oleh karena musim kompetisi baru akan dimulai.

Semua bisa terjadi dalam dunia sepakbola seperti yang terjadi di Liga Premier Inggris musim 2015-2016 Leycetser City secara mengejutkan menjadi juara menyingkirkan tim mapan Chelsea FC, Manchester United, Manchester City dan Arsenal.

Villareal dan Sevilla yang berada di bawah bayang-bayang kedigdayaan Real Madrid, Barceloan dan Atletico Madrid tetap menjadi kekuatan yang tak boleh dianggap remeh. Begitu juga tim-tim medioker lainnya yang bisa mengubah segalanya.

Real Madrid dan Barcelona dengan kekuatan finansial paling kuat dan besar serta tradisi juara yang telah berlangsung puluhan tahun masih menjadi klub terdepan menjadi pemilik gelar juara. Sepanjang tampil konsisten tak didera cedera pemain serta faktor non teknis lainnya karena harus bermain di Copa Del Rey dan Liga Champions Europa.

Penulis
Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

Manchester United Berjaya pada Awal Musim

Manchester United Berjaya pada Awal Musim



Purwokertokita.com – Raksasa sepak bola Inggris Manchester United berlari kencang pada awal musim Liga Premier Inggris dengan torehan hasil gemilang, menggilas lawan-lawanya sejak diputarnya liga tiga pekan yang lalu.


“The Red Devils” sampai pekan ketiga Liga Premeir Inggris tampil sempurna dan belum terkalahkan sekalipun, sangat kontras bila dibandingkan dengan Chelsea dan Arsenal yang sudah tergelincir dikalahkan lawannya.

Hanya Liverpool dan Manchester City yang mengikuti jejak Manchester United belum mengalami kekalahan. Namun belum bermain maksimal, hanya dua kali menang dan sekali seri. Liverpool mulai menjadi ancaman serius Manchester United usai menenggelamkan Gudang Peluru Arsenal 4-0 pada pekan ketiga, menempel ketat Setan Merah di singgasana klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan selisih dua angka.

Manchester City masih belum on fire dengan kompisisi skuad terbarunya. Klub ini belum menemukan formula yang diharapkan pelatih Pep Guadiola karena tak sesuai dengan belanja besar-besaran yang dilakukan pada bursa transfer musim ini dengan menggaet beberapa pemain bintang, bahkan dengan banderol cukup mahal.

Manchester United di bawah polesan pelatih bertangan dingin “The Special One” Jose Mourinho, sukses menyapu bersih tiga pertandingan yang sudah dilakukan tanpa kebobolan. Meraih angka penuh 9 angka menjadi pemimpin sementara kompetisi sepakbola paling populer sejagad Liga Premier Inggris musim kompetisi 2017-2018.

West Ham United menjadi korban pertama kedigdayaan Antonio Valencia dan kawan-kawan. Digelontor 4 Gol tanpa balas saat memainkan laga pertama Liga Premier Inggris yang digelar di Stadion Old Trafford Manchester. Penyerang anyar Romeu Lukaku sukses menjawab kepercayaan Mourinho dengan mengemas dua gol. Dua gol lainnya diciptkan Anthony Martial dan Paul Pogba.

Pada pekan kedua laju kencang “Setan Merah” tak terbendung. Tuan rumah Swansea City giliran dibikin tak berdaya dan dipencundangi 4-0 di hadapan pendukung fanatiknya di Swansea City Liberty Stadiium (19/8/2017). Empat gol kemenangan dilesatkan Eric Bailly, Romeu Lukaku, Paul Pogba dan Anthony Martial.

Sukses mengalahakan West Ham United dan Swansea City, terus berlanjut dengan Leycester City 2-0 di Stadion Old Trafford (28/8/2017). Dua gol kemenangan “Setan Merah” dihasilkan dua pemain pengganti Marcus Rashford dan Jesse Lingrad menyudahi perlawanan “The Foxes “ yang bermain disiplin dan menyulitkan armada asuhan pelatih mantan FC Porto Portugal, Chelsea FC Inggris, Inter Milan Italia dan Real Madrid Sanyol.

Tiga kemenangan manis membuat Manchester United menjadi favorit yang digadang bakal menjadi juara Liga Premier Inggris musim ini, diikuti Manchester City, Chelsea dan Liverpool.
Perubahan pemain yang dilakukan Jose Mourinho dengan menggaet Romeo Lukaku, Nemanja Maic dan Victor Lindeloff di bursa transfer musim untuk memperbaiki kelemahan Manchester United pada musim lalu mulai menuai hasil.

Kehadiran Romeo Lukaku sangat vital menggantikan posisi yang ditinggalkan pemain gaek asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic yang masih berkutat dengan cedera panjang. Pemain timnas Belgia itu mampu menjawab keraguan banyak pihak, tampil produktif sudah mengemas 3 gol sesuai dengan harga tinggi saat dibeli senilai 106 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,8 Trilyun.

Lukaku memang mahal harganya berkat penampilan brilian musim lalu, saat memperkuat The Toffes Everton menjadi runner up top scorer Liga Premier Inggris. Dia berhasil menorehkan 24 gol dalam 36 pertandingan, berselisih 1 gol dari bomber Totenham Hotspur, Hary Kane yang menjadi pencetak gol tersubur dengan mengemas 25 gol.

Masuknya Nemanja Matic yang digaet dari Chelsea menjelang berakhirnya bursa transfer berakhir sangat terasa bagi Manchester United. Nemanja Matic sangat piawai mengawal sektor tengah, bekerjasama dengan Paul Pogba beroperasi menjelajah ke semua area, membantu pertahanan dan mensuply aliran bola dengan assist terukur menjanjikan barisan penyerang.

Satu pemain gress yang didatangkan dari klub Portugal Benfica, Victor Lindelof yang dibeli dengan harga 31 juta poundsterling masih belum bisa diturunkan pada awal musim kompetisi Liga Premier Inggris, karena membutuhkan waktu lama beradaptasi seperti pernah dijalani Henrikh Mkhitaryan musim lalu.

Jose Mourinho sangat puas dengan penampilan anak asuhnya karena kedalaman skuad Manchester United sama baiknya antara pemain inti dan pemain cadangan. Terbukti pemain cadangan yang diturunkan menjadi pemain penganti sukses memainkan perannya.
Antony Martial dua kali diturunkan menjadi pemain pengganti suskes mencetak gol di dua laga, yakni saat Manchester United menjamu West Ham United dan laga tandang menghadapi Swansea City.

Begitu pula penampilan pemain belia timnas Inggris Marcus Rashford dan Jesse Lingrad, sama baiknya ketika dipercaya menjadi pemain pengganti. Sukses mencetak gol kemenanagan saat Manchester United menekuk Leycester City 2-0 pada pekan ketiga.

Secara keseluruhan, penampilan sempurna pasukan arahan pelatih berpaspor Portugal memberi harapan manajemen dan penggemar fanatik Setan Merah di seluruh dunia yang haus gelar sejak kepergian pelatih legendaris asal Skotlanida, Sir Alex Fergusson yang memilih pensiun pada tahun 2013.

Sejak kepergian Fergusson, Manchester United pelan-pelan mengalami kemunduran prestasi, gagal mendulang gelar juara Liga Premier Inggris. Meski sudah mendatangkan pelatih berkelas sekaliber David Moyes dan Louis van Gaal, namun tak mampu mengangkat kejayaan Setan Merah. Walaupun telah jor-joran menggelontorkan uang cukup banyak menggaet pemain bintang.

Louis van Gaal hanya berhasil mempersembahkan gelar juara Piala FA, tak sebanding dengan dana yang telah dikeluarkan pihak manajemen dan akhirnya dipecat pada akhir musim 2015-2016, karena dianggap gagal menangani Manchester United.

Jose Mourinho menjadi pelatih ketiga usai pensiunnya Sir Alex Fergusson digadang-gadang mampu menangani dan memperbaiki Manchester United mempersembahkan banyak gelar juara. Mourinho dikenal sebagai pelatih cukup sukses menangani sebuah klub dengan mempersembahkan gelar juara liga di setiap klub yang ditanganinya.

Mourinho tergolong pelatih sukses mengantar FC Porto (Portugal), Chelsea (Inggris), Inter Milan (Italia) dan Real Madrid (Spanyol) menjadi juara saat klub-klub yang dilatihnya sebelumnya paceklik gelar juara.

Tiga gelar juara pada musim pertamanya dipersembahkan bersama Manchester United, yakni juara Community Shield 2016, juara Piala Liga Inggris 2017 dan juara Liga Eropa 2017 serta lolos otomatis ke babak group Liga Champions, adalah bukti bahwa Mourinho pelan-pelan berhasil membawa anak didiknya bermental juara.

Jika penampilan anak buah Jose Mourinho tetap stabil sampai musim kompetisi berakhir dan tak terganggu badai cedera pemain. Sangat layak menyabet juara Liga Premier Inggris 2017-2018 dan Liga Champions Europa 2017, bahkan tidak mungkin meraih treable juara selama satu musim .
Manchester United sudah puasa gelar selama 5 tahun yang silih berganti diraih Chelsea, Manchester City dan tim debutan Leycester City. Apa lagi Mourinho biasanya sukses pada musim keduanya seperti yang dilakukan di Real Madrid dan Chelsea.

Musim kompetisi Liga Premier Inggris 2017-2018 masih panjang, mungkin terlalu dini menyebut Manchester United yang bakal menjadi juara, karena perburuan gelar akan ditentukan oleh kedalaman skuad, kebugaran dan cedera pemain, serta kenyamanan ruang ganti.

Tak kalah pentingnya kecerdikan Jose Mourinho melakukan rotasi pemain, menerapkan startegi dan taktik yang tepat sesuai dengan lawan yang dihadapiya. Oleh karena Manchester United harus bertanding di Liga Premier Inggris, Piala Liga, Piala FA dan Liga Champions Europa yang menguras fisik pemain, sehingga dibutuhkan skala prioritas target juara yang akan dicapai musim ini.

Penulis
Mulyono Harsosuwito Putra (Kang Mul)
Ketua Insitut Studi Pedesaan dan Kawasan