Purwokertokita.com – Raksasa sepak bola Inggris
Manchester United berlari kencang pada awal musim Liga Premier Inggris
dengan torehan hasil gemilang, menggilas lawan-lawanya sejak diputarnya
liga tiga pekan yang lalu.
“The Red Devils” sampai pekan ketiga Liga Premeir Inggris tampil
sempurna dan belum terkalahkan sekalipun, sangat kontras bila
dibandingkan dengan Chelsea dan Arsenal yang sudah tergelincir
dikalahkan lawannya.
Hanya Liverpool dan Manchester City yang mengikuti jejak Manchester
United belum mengalami kekalahan. Namun belum bermain maksimal, hanya
dua kali menang dan sekali seri. Liverpool mulai menjadi ancaman serius
Manchester United usai menenggelamkan Gudang Peluru Arsenal 4-0 pada
pekan ketiga, menempel ketat Setan Merah di singgasana klasemen
sementara Liga Premier Inggris dengan selisih dua angka.
Manchester City masih belum on fire dengan kompisisi skuad
terbarunya. Klub ini belum menemukan formula yang diharapkan pelatih Pep
Guadiola karena tak sesuai dengan belanja besar-besaran yang dilakukan
pada bursa transfer musim ini dengan menggaet beberapa pemain bintang,
bahkan dengan banderol cukup mahal.
Manchester United di bawah polesan pelatih bertangan dingin “The
Special One” Jose Mourinho, sukses menyapu bersih tiga pertandingan yang
sudah dilakukan tanpa kebobolan. Meraih angka penuh 9 angka menjadi
pemimpin sementara kompetisi sepakbola paling populer sejagad Liga
Premier Inggris musim kompetisi 2017-2018.
West Ham United menjadi korban pertama kedigdayaan Antonio Valencia
dan kawan-kawan. Digelontor 4 Gol tanpa balas saat memainkan laga
pertama Liga Premier Inggris yang digelar di Stadion Old Trafford
Manchester. Penyerang anyar Romeu Lukaku sukses menjawab kepercayaan
Mourinho dengan mengemas dua gol. Dua gol lainnya diciptkan Anthony
Martial dan Paul Pogba.
Pada pekan kedua laju kencang “Setan Merah” tak terbendung. Tuan
rumah Swansea City giliran dibikin tak berdaya dan dipencundangi 4-0 di
hadapan pendukung fanatiknya di Swansea City Liberty Stadiium
(19/8/2017). Empat gol kemenangan dilesatkan Eric Bailly, Romeu Lukaku,
Paul Pogba dan Anthony Martial.
Sukses mengalahakan West Ham United dan Swansea City, terus berlanjut
dengan Leycester City 2-0 di Stadion Old Trafford (28/8/2017). Dua gol
kemenangan “Setan Merah” dihasilkan dua pemain pengganti Marcus Rashford
dan Jesse Lingrad menyudahi perlawanan “The Foxes “ yang bermain
disiplin dan menyulitkan armada asuhan pelatih mantan FC Porto Portugal,
Chelsea FC Inggris, Inter Milan Italia dan Real Madrid Sanyol.
Tiga kemenangan manis membuat Manchester United menjadi favorit yang
digadang bakal menjadi juara Liga Premier Inggris musim ini, diikuti
Manchester City, Chelsea dan Liverpool.
Perubahan pemain yang dilakukan Jose Mourinho dengan menggaet Romeo
Lukaku, Nemanja Maic dan Victor Lindeloff di bursa transfer musim untuk
memperbaiki kelemahan Manchester United pada musim lalu mulai menuai
hasil.
Kehadiran Romeo Lukaku sangat vital menggantikan posisi yang
ditinggalkan pemain gaek asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic yang masih
berkutat dengan cedera panjang. Pemain timnas Belgia itu mampu menjawab
keraguan banyak pihak, tampil produktif sudah mengemas 3 gol sesuai
dengan harga tinggi saat dibeli senilai 106 juta poundsterling atau
sekitar Rp 1,8 Trilyun.
Lukaku memang mahal harganya berkat penampilan brilian musim lalu,
saat memperkuat The Toffes Everton menjadi runner up top scorer Liga
Premier Inggris. Dia berhasil menorehkan 24 gol dalam 36 pertandingan,
berselisih 1 gol dari bomber Totenham Hotspur, Hary Kane yang menjadi
pencetak gol tersubur dengan mengemas 25 gol.
Masuknya Nemanja Matic yang digaet dari Chelsea menjelang berakhirnya
bursa transfer berakhir sangat terasa bagi Manchester United. Nemanja
Matic sangat piawai mengawal sektor tengah, bekerjasama dengan Paul
Pogba beroperasi menjelajah ke semua area, membantu pertahanan dan
mensuply aliran bola dengan assist terukur menjanjikan barisan
penyerang.
Satu pemain gress yang didatangkan dari klub Portugal Benfica, Victor
Lindelof yang dibeli dengan harga 31 juta poundsterling masih belum
bisa diturunkan pada awal musim kompetisi Liga Premier Inggris, karena
membutuhkan waktu lama beradaptasi seperti pernah dijalani Henrikh
Mkhitaryan musim lalu.
Jose Mourinho sangat puas dengan penampilan anak asuhnya karena
kedalaman skuad Manchester United sama baiknya antara pemain inti dan
pemain cadangan. Terbukti pemain cadangan yang diturunkan menjadi pemain
penganti sukses memainkan perannya.
Antony Martial dua kali diturunkan menjadi pemain pengganti suskes
mencetak gol di dua laga, yakni saat Manchester United menjamu West Ham
United dan laga tandang menghadapi Swansea City.
Begitu pula penampilan pemain belia timnas Inggris Marcus Rashford
dan Jesse Lingrad, sama baiknya ketika dipercaya menjadi pemain
pengganti. Sukses mencetak gol kemenanagan saat Manchester United
menekuk Leycester City 2-0 pada pekan ketiga.
Secara keseluruhan, penampilan sempurna pasukan arahan pelatih
berpaspor Portugal memberi harapan manajemen dan penggemar fanatik Setan
Merah di seluruh dunia yang haus gelar sejak kepergian pelatih
legendaris asal Skotlanida, Sir Alex Fergusson yang memilih pensiun pada
tahun 2013.
Sejak kepergian Fergusson, Manchester United pelan-pelan mengalami
kemunduran prestasi, gagal mendulang gelar juara Liga Premier Inggris.
Meski sudah mendatangkan pelatih berkelas sekaliber David Moyes dan
Louis van Gaal, namun tak mampu mengangkat kejayaan Setan Merah.
Walaupun telah jor-joran menggelontorkan uang cukup banyak menggaet
pemain bintang.
Louis van Gaal hanya berhasil mempersembahkan gelar juara Piala FA,
tak sebanding dengan dana yang telah dikeluarkan pihak manajemen dan
akhirnya dipecat pada akhir musim 2015-2016, karena dianggap gagal
menangani Manchester United.
Jose Mourinho menjadi pelatih ketiga usai pensiunnya Sir Alex
Fergusson digadang-gadang mampu menangani dan memperbaiki Manchester
United mempersembahkan banyak gelar juara. Mourinho dikenal sebagai
pelatih cukup sukses menangani sebuah klub dengan mempersembahkan gelar
juara liga di setiap klub yang ditanganinya.
Mourinho tergolong pelatih sukses mengantar FC Porto (Portugal),
Chelsea (Inggris), Inter Milan (Italia) dan Real Madrid (Spanyol)
menjadi juara saat klub-klub yang dilatihnya sebelumnya paceklik gelar
juara.
Tiga gelar juara pada musim pertamanya dipersembahkan bersama
Manchester United, yakni juara Community Shield 2016, juara Piala Liga
Inggris 2017 dan juara Liga Eropa 2017 serta lolos otomatis ke babak
group Liga Champions, adalah bukti bahwa Mourinho pelan-pelan berhasil
membawa anak didiknya bermental juara.
Jika penampilan anak buah Jose Mourinho tetap stabil sampai musim
kompetisi berakhir dan tak terganggu badai cedera pemain. Sangat layak
menyabet juara Liga Premier Inggris 2017-2018 dan Liga Champions Europa
2017, bahkan tidak mungkin meraih treable juara selama satu musim .
Manchester United sudah puasa gelar selama 5 tahun yang silih
berganti diraih Chelsea, Manchester City dan tim debutan Leycester City.
Apa lagi Mourinho biasanya sukses pada musim keduanya seperti yang
dilakukan di Real Madrid dan Chelsea.
Musim kompetisi Liga Premier Inggris 2017-2018 masih panjang, mungkin
terlalu dini menyebut Manchester United yang bakal menjadi juara,
karena perburuan gelar akan ditentukan oleh kedalaman skuad, kebugaran
dan cedera pemain, serta kenyamanan ruang ganti.
Tak kalah pentingnya kecerdikan Jose Mourinho melakukan rotasi
pemain, menerapkan startegi dan taktik yang tepat sesuai dengan lawan
yang dihadapiya. Oleh karena Manchester United harus bertanding di Liga
Premier Inggris, Piala Liga, Piala FA dan Liga Champions Europa yang
menguras fisik pemain, sehingga dibutuhkan skala prioritas target juara
yang akan dicapai musim ini.
Penulis Mulyono Harsosuwito Putra (Kang Mul) Ketua Insitut Studi Pedesaan dan Kawasan
0 comments:
Post a Comment