Kang Mul , Suara Purwokerto | Minggu, 03 September 2017 19:00 WIB
Catatan Politik Kang Mul
Banyumas Pertaruhan PDIP Menjelang Pemilukada 2018
DPC
PDIP Banyumas pekan lalu secara resmi menutup pendaftaran balon Bupati
dan Wakil Bupati Banyumas dengan menghasilkan 6 balon Bupati dan 5 Wakil
Bupati.
Partai pemenang Pemilu Legislatif
2014 dan penguasa kursi mayoritas DPRD Banyumas membuka pendaftaran
lebih awal dibandingkan parpol lainnya dalam rangka Pilkada Banyumas
2018.
PDIP Banyumas sangat serius mempersiapkan
diri menyambut pesta demokrasi pemilukada Banyumas yang akan digelar
tahun depan dan menjadi taruhan terakhir di Karesidenan Banyumas sesudah
kekalahan yang diderita PDIP di Banjarnegara dan Cilacap dalam Pilkada
Serentak bulan Februari 2017 .
Bahkan secara
nasional Partai Berlambang Banteng yang dipimpin Megawati Soekarno
Putri itu banyak mengalami kekalahan dalam Pilgub Pilwakot dan Pilbup
yang dimenangkan Berlambang beringin Partai Golkar
Tentu
tidak mudah bagi PDIP Banyumas untuk mempertahankan diri dengan
predikat pemenang Pilkada 2013 .karena dinamika poltik sangat cepat
berubah apalagi mendekati Pileg dan Pilpres 2019.
Balon Berkualitas
Melihat
nama nama Balon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018-2023 yang
mendaftarkan diri lewat DPC PDIP Banyumas sampai batas akhir
pendaftaran secara umum sangat menjanjikan baik kualitas
pengalaman.pendidikan dan popularitasnya.
Enam
nama Balon Bupati yaitu Drs Sadewo Tri Laksono.Ir Ahmad Husein.dr Budi
Setiawan.Dr.Ir.rfan Haryanto,MSc Bambang Barata Aji .dan Ir.Janardhana
Tanuhito
Sedang lima balon Wakil Bupati masing
masing Dr.Dyah Estiningrum SH.MHum.Ir Agus Cholid Hasyim MT.Juli
Krisdianto SE,.Subagyo,SPd,dan.Djoko Juniwarto
Dari
balon Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftarkan diri terdapat
nama nama yang sudah dikenal dan tak asing lagi bagi masyarakat Banyumas
karena menjadi pejabat,pengusaha, pengurus parpol,pengurus ormas,LSM
dan lain sebainya .
Popularitas mereka menjadi nilai tambah memudahkan dalan sosialisasi
seperti
Ir Achmad Husein.dr Budhai Setiawan .Drs Tri Sadewo Laksono Ir.Agus
Cholid Hasyim.MT Juli Krisdianto.Subagyo.Spd.MSi Dr.Diah
Estiningrum.SH.MHum .
Beberapa nama cukup
dikenal masyarakat Banyumas seperti Bambang Barata Aji .dan
Dr.Ir.Irfan Haryanto .Baka calon yang belum dikenal adalah Ir
.Janadharna Tanuhito dan Djoko Juniwarto.
Konflik Internal
PDIP
Banyumas sejak era reformasi 1998 sampai Pemilu 2014 menancapkan
kukunya menjadi parpol pemenang Pileg mengalahkan Partai Golkar yang
merajai perolehan pada masa Orde Baru
Sejarah
membuktikan PDIP mengalami kekalahan dalam Pilkada 2003 dan 2008.Padahal
saat itu posisinya sebagai pemenang Pemilu dan menguasai mayoritas
kursi DPRD Banyumas Namun dua kali kandas dalam Pilkada 2003 dan 2008
karena konflik internal Partai.
Konflik
Internal menjadi penyakit kronis menggerogoti soliditas dan kekuatan
partai.Perpecahan antar kader dan pertarungan antara faksi membuat kader
PDIP berlari ke luar partai dengan mendukung calon yang diusung parpol
atau gabungan parpol
Pilkada 2003 PDIP
berkoalisi dengan PKB mengusung pasangan Bambang Priyono -Musadad Bikry
Nur kalah oleh pasangan Aris Setiono -Imam Durori yang didukung Partai
Golkar dan parpol lainya,dalam pemilihan bupati /wakil bupati yang
diikuti 3 pasangan calon bupati/wakil bupati.yang masih dipilih oleh
anggota DPRD Banyumas.
Lima tahun kemudian
pasangan Aris Wahyudi dan Asroru Maula yang diusung PDIP kalah telak
dikalahkan Mardjoko -Husein.(Marhein) yang diusung PKB.Bahkan perolehan
suara Aris Wahyudi -Asroru Maula dibelakang Bambang Proyono -Tossy
Ariyanto (Partai Demokrat-PKS dan PPP) dan Singgih Wiranto-Laely
Mansur.(Partai Golkar-PAN)
Banyumas yang
dikenal sejak dulu dengan sebutan "Kandang Banteng" baru merasakan
kemenangan Pilkada 2013 lewat pasangan Achmad Husein -Budhy Setiawan
9PDIP_PPP) unggul atas incumbent Mardjoko-Gempol Suwandono,(Partai
Golkar-Partai Gerindra -Partai Hanura) Muhsonuddin-Hendri Anggoro
Budi,(PKB-Partai Demokrat) Warman Suharno-Winarni (PKS_PAN) Toto
Dirgantoro-Saefuddin ,dan Anteng Widyadi - Dwi Basuki.
Kunci
kemenangan PDIP pada Pilkada Banyumas 2013 adalah soliditas disemua
tingkatan kepengurusan dan antar pengurus , Satu visi dan misi
mememangkan calon bupati dan wakil bupati yang diusung PDIP bersama
koalisinya PPP.
Mencermati gelagat ketidak
harmonisan antara dua kader PDIP yang menjadi Bupati dan Wakil Bupati
Banyumas yang berkembangselama ini bukan tidak mungkin kejadian Pilakada
2003 dan 2008 akan terulang lagi.
Jika
acuannya pendaftaran bakal calon bupati yang mendaftar maka semakin
membuktikan dugaaan ketidakharmois benar adanya meskipun belum tentu
benar seluruhnya
Keretakan antar kader bakal berimbas pada konflik kepentingan berujung perpecahan ditubuh PDIP Banyumas.
Banyak
kemungkinan yang akan terjadi sesudah penutupan pendaftaran bakal
calon bupati dan wakil bupati ,Bisa saja arus dukungan bawah terhadap
salah satu balon kemudian tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP
menjadi medan awal keretakan parpol Moncong Putih.
Karangnangka 03 September 2017
Mulyono harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

0 comments:
Post a Comment