Wajah
yang terpampang di poster,spanduk,stiker ada yang lama dan ada yang
baru .Dari sekian bakal calon bupati dan wakil bupati rata rata berusia
tua diatas umur 50 tahun mendominasi dibandingkan kaum muda.
Bahkan
wajah bakal calon itu selalu ada sejak pertama kali Pilkada Langsung
Banyumas dilaksanakan pada tahun 2008 kemudian tahun 2013 tetap
mencalonkan diri pada Pilkada Banyumas 2018.
Meskipun
baru tahapan pengenalan dan belum dapat dijadikan kesimpulan .Namun
dominasi kamu tua tampaknya akan kembali terjadi dalam kepemimpinan
Banyumas kedepan
Pikada Banyumas masih panjang
.KPUD Banyumas sebagai pihak penyelenggara Pilakda Banyumas 2018
,memasuki tahapan sosialisai dan partai politik baru beberapa hari
membuka pendaftaran kemungkinan munculnya kaum muda tetap ada .
Berdasarkan
hasil Pilkada yang telah dilaksanakan di eks Karesidean Banyumas yakni
Purbalingga ,Banjarnegara dan Cilacap ,hanya Kabupaten Purbalingga yang
berhasil melahirkan kepemimpinan kaum muda .
Bupati
Purbalingga Tasdi,SH MM saat dilantik menjadi berusia 48 tahun (lahir
Purbalingga 11 April 1968) Sedangkan Bupati Cilacap H Tatto Suwarto
Pamudji dilantik menjadi Bupati berusia 59 tahun (lahir Cilacap 11 April
1957) dan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dilantik menjadi buapti
Banjarnegara berusia 54 tahun (lahir Banjarnegara 27 November 1962).
Dua
Pilkada langsung 2008 dan 2013 yang telah digelarmenghasilkan Bupati
Banyumas terpilih berusia diatas 50 tahun. Drs Mardjoko MM diantik
menjadi Bupati Banyumas berusia 62 tahun ( Banyumas 13 Maret 1946)
sementara Ir Achmad Husein dilantik menjadi Bupati Banyumas berusia 53
tahun (lahir Banyumas 17 Agustus 1959).
Kaum
muda Banyumas tetap belum mampu menembus barikade kekuatan kaum tua dan
selalu kandas dalam Pilkada 2008 dan 2013. Pilkada Banyumas 2008 tampil
tokoh muda Aris Wahyudi dan Singgih Wiranto tetapi tak mampu bersaing
dengan kaum tua Drs. Madjoko dan Drs.Bambang Priyono.
Dua
posisi teratas perolehan suara dikuasai Mardjoko yang berpasangan
Achmad Husein (diusung PKB) yang terpilih menjadi Bupati /Wakil Bupati
2008-2013 ,dan Drs Bambang Priyono yang berpasangan dengan Tossy
Ariyanto (diusung P Demokrat,PPP dan PKS) menempati posisi kedua .
Singgih
Wiranto yang berpasangan dengan Dra Hj Laily Mansur yang diusung Partai
Golkar berada diposisi ketiga ,Sedangkan Aris Wahyudi yang berpasangan
dengan Drs Asroru Maula diusung PDIP Perjuangan menjadi juru kunci dari
empat pasangan calon yang mengikuti Pilkada 2008.
Kegagalan
kaum muda kembali terulang pada Pilkada Banyumas 2013 dua pasangan
calon Bupati/wakil bupati yaitu Muhsonuddin-Hendri Anggoro Budi (MURI)
yang diusung PKB dan Partai Demokrat ,Partai Karya Peduli Bangsa serta
pasangan independen Anteng Tjahjono widyadi -Dwi Basuki (Oyong Uki)
Ironinya
kaum muda pada pilkada Banyumas 2013 hanya diwakili dua paslon ,Empat
paslon dar 6 paslon i peserta berasal dari kaum tua baik yang dicalonkan
partai politik atau gabungan parpol dan independen .Baik Marjoko,Achmad
Husein, Toto Dirgantoro dan Warman saat mencalonkan diri menjadi Bupati
beruasia diatas 50 tahun.
Kenapa kaum muda
Banyumas belum mampu mengambil tongkat kepemimpinan dari kaum tua
.Banyak faktor yang membuat pemilih Banyumas belum masih setia dengan
kepempinan kaum tua. Dalam Pilkada Langsung kekuatan management politik
dengan dukungan dana yang besar tak terhitungi jumlahnya sangat
mempengaruhi keterpilihan paslon.disamping popularitas paslon
Apakah
kaum muda Banyumas tak mampu atau tampil menjadi pengendali
kepemimpinan Banyumas ataukah kaum tua masih enggan memberikan tongkat
estafet kepemimpinan dan memberi ruang bagi generasi muda untuk tampil
digarda depan memimpin Banyumas .
Bila menengok
Kabupaten ,Kota Madya bahkan Gubernur di daerah lain sudah dipimpin
kaum muda Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas,Bupati Purwakarta Deddy
Mulyadi ,Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Bogor Bima Arya
Sugiarto,Gubernur Lampung Muhammad Rido Ficardo,Gubernur ,Benll Jambi
Zumi Zola dll rata rata berusi dibawah 50 tahun bahkan ada yang berusia
dibawah 40 tahun.
Karangnangka 13 Agustus 2017
Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan
Dimuat Suara Purwokerto,com 21 Agustus 2017

0 comments:
Post a Comment