Kang Mul, Suara Purwokerto | Sabtu, 26 Agustus 2017 08:46 WIB
Setelah
PDiP kini giliran PKB Banyumas hari ini Jumat 25 Agustus 2017 secara
resmi membuka pendaftaran penjaringan balon Bupati dan Wakil Bupati
Banyumas dalam rangka Pilkada 2018
Parpol yang
mempunyai 7 anggota leslatif di DPRD Banyumas sesuai dengan aturan
perundang-undangan undangan tak dapat mengusung sendiri calon bupati dan
wakil bupati karena batas minimal sebuah parpol yaitu 10 kursi DPRD .
Salah
satu opsi yang wajib dilakukan PKB adalah melakukan koalisi dengan
parpol lain agar dapat mengusung calon bupati dan wakil bupati.
PKB
meskipun kekurangan kursi 3 kursi tetap menjadi pilihan favorit dan
menarik balon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas sesudah PDIP disamping
Partai Golkar dan Partai Gerindra.
Parpol
berbasis utama warga Nahdliyyin itu mempunyai kenangan sejarah indah
saat memenangkan Pilkada langsung 2008 untuk pertama kalinya digelar
dengan mengusung pasangan Matdjoko-Husein (Marhen).
Pasangan
Marhen diluar dugaan membuat kejutan dan sukses mengalahkan pasangan
favorit utama Bambang Priyono -Tossy Ariyanto dan juga pasangan Singgih
Wiranto - Laely Mansyur yang diunggulkan sebelum pilkada dilaksanakan
saat itu.
PKB pada Pilkada Banyumas 2013
berkali si dengan Partai Demokrat memgusung pasangan Muhsonuddin
-Hendri Budi Anggoro(MURI) namun tak mampu menandingi pasangan Incumben
Ahmad Husein -Budhi Setiawan (Husein Berbudi) dan pasangan Mardjoko
-Gempol Suwandono.
Berkaca dari Pilkada 2008
dan 2013 tampaknya PKB akan memilih mengusung sendiri calon bupati dan
wakil bupati dengan berkoalisi dengan partai lain.
Bisa
saja PKB membangun loalisi dengan Partai Demokrat,Partai Golkar,Partai
Gerindra ,PAN ,Partai Nasdem,PPP,dan PKS karena dinamika poltik sangat
cair dan selalu berubah rubah setiap detikmya.
PKB
pasti sudah melakukan kalkulasi politik dengan pilihan plan A dan.B
Skenario. Koalisi minimalis (A) dan Koalisi Gemuk (B) sudah
diperhitungkan untung dan ruginya.
Koalisi
Minimalis adalah membangun koalisi dengan satu parpol yang mempunyai
kursi legislatif dengan jumlah 3.4 dan seterusnya untuk memenuhi
persyaratan pencalonan pasangan calon .
Ada
kemungkinan PKB koalisi dengan PAN sebagaimana komunikasi politik yang
berkembang selama ini antara petinggi dua parpol yang dimotori Ketua DPC
PKB Chabib Mafudz dan Ketua DPD PAN Ariel Haryanto.
Sedangkan
koalisi Gemuk atau Koalisi Besar dilakukan PKB dengan mengusung calon
bupati dan wakil bupati berkalisi dengan banyak parpol baik yang
mempunyai kursi di DPRD Banyumas maupun parpol non parlementer.
PKB
sesudah membuka pendaftaran balon Bupati dan Wakil Bupati harus ekstra
keras melakukan komunikasi politik daya to day untuk merealisasikan
niatnya agar tak terlambat mencari patner koalisi.
Sedikit saja lengah akan kesulitan membangun koalisi karena parpol juga punya keinginan sama terutama parpol selain PDIP.
Karangnangka 25 Agustus 2017
Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

0 comments:
Post a Comment