Tafsir Al Jalalain atau lebih dikenal dengan sebutan Kitab Tafsir Jalalain merupakan Kitab tafsir al-Qur'an karya Imam Besar dengan nama
Jalal (Jalalain) sebagai penanda nama sebuah kitab..
Dua Imam Besar penulisnya bernama: Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin al -Suyuti. Awalnya Tafsir Jalalain ditulis oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli dmulai dari surat Al-Kahfi sampai dengan surat an-Nas.Kemudian menafsirkan
surat al-Fatihah sampai selesai, sesudah menyelesaikan tafsir surah
al-Fatihah beliau wafat sehingga beliau belum selesai menafsirkan
surat-surat al-Qur'an sesudahnya.
Karya Imam Jamaluddin al
Mahalli yang awalnya bernama kitab "Tafsir al Qur'an al-'Adzim" yang
belum selesai dan dipublikasikan secara luas, lalu dilanjutkan oleh
muridnya Imam Jalaluddin al-Suyuti .
Imam Jalaluddin al-Suyuti
menafsirkan al-Qur'an yang dimulai dari awal surah al-Baqarah sampai
dengan akhir surat al-Isra dengan pola dan gaya yang sama sebagaimana
yang ditulis oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli.
Kitab ini terbagi
atas dua juz, Juz yang pertama berisi tafsir al-Qur'an surat al-Baqarah
sampai surah al-Isra' yang disusun Imam Jalaluddin al-Suyuti .
Sedangkan juz yang kedua berisi tasfsir al-Qur'an surat an-Nas ditambah
surat al-Fatihah yang disusun oleh Imam Jamaluddin al Mahalli.
Alasan surat al-Fatiah diletakkan diakhir adalah supaya letaknya
berurutan sesuai dengan karya tafsirnya Imam Jalaluddin al-Mahalli dalam
kitab Tafsir Jalalain ini.
Tafsir Jalalain ditulis dengan
menggunakan pendekatan bi al-ra'y yaitu penafsiran al-Qur'an berdasarkan
ra'y dan ijtihad. Maka logis bila Mana' Qaththan dalam kitabnya " Mabahiits fi :Ulum al-Qur'an" mengkategorikan kitab Tafsir Jalalain ke
dalam kitab tafsir bi al-ra'y
Kitab Tafsir Jalalain ini sangat
masyhur dikalangan Pondok Pesantren di indonesia yang menjadi rujukan
dan pegangan dasar dalam belajar-mengajar ilmu tafsir al Qur'an. oleh
karena isinya ringkas, padat dan mudah dipelajari.
Disamping itu
Tafsir Jalalain menjadi bahan kajian dan penelitian para ulama-ulama
terdahulu diantaranya: seperti Syaikh Ahmad Al-Sahwy al-Maliky dalam
tulisan Kitabnya "Hasyiyatual' Alalamatu al-Shawi 'ala Tafsir wal
Mufassirun Fi Tsaubih al-Jadid, Dr.Muhammad Sayyid Husein al-Dzihabbi
(w,1398) dalam al-Tafsir wa al-Mufassirun,dll.
Kitab Tafsir
Jalalain menjadi satu-satunya Kitab Tafsir yang disusun dua orang dengan
nama yang sama Jalaludin, dalam waktu yang berbeda pula serta mempunyai
kunikan dalam penulisannya.
Berikut Biografi Dua Muffasir penulis Kitab Tafsir Jalalain:
1. Imam Jalaluddin Al Mahalli.
Nama asli Imam Jalaluddin al-Mahalli adalah Muhammad ibnu Ahmad ibnu
Muhammad ibnu Ibrahim ibnu Ahmad ibnu Hasyim al Mahalli al-Mishriy
Al-Syafi'i dilahirkan di kampung Mahalli ,Cairo Mesir pada tahun 791
H/1389 M.
Kampung Mahalli terletak disebelah barat Cairo,Mesir
yang tak jauh dari sungai Nil. Nama Kampung Mahalli dikemudian hari
melekat pada diri Imam Jalalludin.
Imam Jalaluddin Al-Mahalli
sangat unik saat memulai penulisannya ,dengan memulai menulis tafsir
ayat ayat Al-Qur'an Surat Al Kahfi yang terletak dipertengahan Juz 15
terus bergeser ke belakang sampai Surat An-Nas.
Seusai
menafsirkan Surat Al-Fatihah, Imam Jalaluddin Al Mahali dipanggil oleh
Alloh SWT pada tahun 864 H/1459 M sehingga tafsir Al-Qur'an yang
ditulisnya belum lengkap seluruhnya.
Imam Jalaluddin Al-Mahalli
adalah seorang ulama yang sangat luas menguasai berbagai ilmu agama
Islam seperti fiqh,tauhid,usul fiqh,nahwu,sharaf,,mantiq,balaghah dll.
Ia belajar ilmu-ilmu agama Islam dengan berguru kepada Al-Badr Mahmud
Al Aqsara'i, Al Buhan Al- Bajuri, Asy-Syams Al-Basati Al-Ala Al_Bukhari
dan lain-lainnya.
Imam Jalaluddin Al-Mahalli dikenal sebgai
seorang "alamah" paling terkemuka dikenal sangat pandai menguasai
masalah-masalah agama islam,
Pada masanya Imam Jalaluddin
Al-Mahalli dikalangan umat Islam disebut memiliki pemahaman sangat luar
biasa dan digambarkan memliki kecerdasan laksana berlian bahkan melebihi
kecemerlangan berlian.itu sendiri.
Dikenal sebagai tokoh yang
sangat konsisten kepada pemahaman ulama Salaf, sangat saleh wira;i,
serta tetap berjuang tak pantang menyerah menghadapi cacian banyak orang
dalam membela kebenaran ,teguh pendirian dan terus menerus giat
menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar semasa hidupnya
Imam
Jalaluddin Al-Mahalli tak gentar dan takut mnghadapi penguasa zalim dia
tetap berpegang teguh pada kebenaran yang diyakininya.
Banyak
pejabat penguasa yang datang berkunjung kerumahnya, namun Imam
Jalalludin Al-Mahali laksana tembok karang yang tak terpengaruh oleh
penguasa.bahkan pejajabat penguasa tidak diperkenankan menemuinya.
Imam Jalaluddin Al-Mahalli tak bergeming sedikitpun saat ditawari
penguasa Kerajaan pada saat itu untuk memangku jabatan Qadi terbesar di
negerinya.Ia tetap setia dan memilih eksis memegang Majelis Tadris Fiqh
di Al-Muayyadiyah dan Al-Darquqqiyah
Beliau dikenal sebagai
penulis kitab yang sangat terkenal dikalangan masyarakat keilmuan dan
umum karena karya-karyanya menjadi rujukan dan pegangan dalam
belajar-mengajar.
Salah satu kelebihan karya Imam Jalaluddin Al
Mahali adalah gaya bahasanya sangat ringkas, data-datanya lengkapdan
terseleksi ungkapannya fasih, uraiannya dan penyelsesainnya sangat
jelas.
Karya -karya Imam Jalalludin Al Mahalli diantaranya adalah
Syarah Jam'ul Jawami' Fil Usul, Syarah Al-Minhaj (bidang Fiqh), Kitab
Jihad Mukhtashar al-Tanbih(tentang Fiqh Syafi'i) ,Syarah thasil
al-Fawaid,wa Takmil al-Maqhasid (bidang Bahasa) dan Syarah Al-Waraqat
(tentang ususl Fiqh) ,dan Tafsir Jalalain .
2.Imam Jalaluddin al-Suyuthi
Nama lengkapnya 'Abdul Rahman ibnu Abi Bakar ibnu Muhammad ibn Sabiq
al-Din al-Imam Jalal al-Din al-Suyuthi Mishiry Al-Syafi'i lahir pada
tanggal 1Rajab 849 H beretepatan dengan tanggal 4 Oktober 1445 M,atau 15
tahun sebelum meninggalnya Imam Jalaluddin al Mahalli,
Imam
Jalaluddin al Suyuthi meninggal dunia pada malam Jum'at 9 Jumadil Awal
911 H bertepatan dengan 17 Oktober 1505 M dirumahnya, pada usia 62
tahun.
Orang tuanya meninggal saat beliau berusia 5 tahun
kemudian pengasuhannya di wasiatkan kepada para ulama,antara lain
al-Kamal ibnu Hamman
Sejak kecil beliau tergolong anak jenius
bahkan pada usia 8 tahun sudah hafal al-Qur'an diluar kepala dan mampu
menghafal banyak hadist.
Beilau belajar ilmu agama Islam dengan
mengembara ke berbagai pusat-pusat studi keislaman diantaranya negara
Syam,Yaman,India,Maroko dan Hijaz menjadi daerah tujuannya mencari ilmu. Banyak sekali gurunya ,menurut muridnya Ad -Daudi ,Imam Jalaluddin al Suyuthi memiliki guru sebanyak 51 guru,
Kejeniusaannya membuat Imam Jalaluddin al Suyuthi sewaktu masih menjadi
pelajar mendapat julukan "Ibnu al Kutub" sebuah julukan mirip dengan
kegemaran membaca "Kutu Buku" oleh karena beliau sangat rajin bahkan
tergolong maniak membaca sehngga menguasai berbagai ilmu keislaman.
Kemampuan Imam Jalaluddin al Suyuthi sangat luar biasa dalam berbagai
bidang yang dmilikinya, Disamping mengajar ilmu agama Islam belaiu juga
pandai menulis buku dari berbgai ilmu
Kegiatan menulis sudah
dialakukan saat beliau berusia 17 tahun sehingga tergolong penulis
produktif karena mempunyai kemampuan penguasaan bergabai ilmu sehingga
sangat mendukung melahirkan karya-karya tulisnya.
Menurut para
sejarawan maupun menurut muridnya Ad Daudi karya -karya tulisan Imam
Jalaluddin al-Suyuti kurang lebih mencapai 571 ,berupa tulisan karya
besar ,buku-buku kecil maupun karangan pendek.
Karya Imam
Jalaluddin al-Suyuthi sampai hari ini masih menjadi rujukan atau
referensi utama di Pondok Pesantren,Perguruan Tinggi Islam ,Sala satu
karya monumentalnya yang sudah dikenal luas Kitab "al-Itqon fi Ulum
al-Qur'an dan ad_Durr al-Manshurfi tafsiri bia al,Mansur".
Karya-karyanya antara lain.al Durr al-Mansur fi al-Tafsir bi al-Ma'tsur
12 jilid,besar ( bidang 'ulumul Qur'an) ,al-Itqan Fi 'Ulumul Qur'an
2jilid (bidang 'Ulumul Qur'an) Asbab al-Nuzul (bidang 'Ulumul Qur'an) al
Jami'ush Saghir (bidang Hadist) , Al Jami;ul kabir ( bidang
Hadist),Tanwirul al-Hawalik 'ala al-Muwatha' (bidang Hadist) al-Minhaj
wa Jam'al -jawami (bidang ushul Fiqh), Tadrib al-Rawi Fi Sh Tadrib
al-Nawawi ( (bidang Mustholah Hadist), Al -Asybah wan Nazhair (bidang
Fiqh) Jam'al Jawami' Fin Nahwi Wat Tasrif (bidang bahasa) Syarh al-Fiyah
ibn Malik ( bidang Bahasa), al-fath al-qarib Fi Haasyi Muhgni al-Labib
(bidang bahasa), dan Tubaqat al-Huffadh (bidang Sejarah) dan ll
Karangnangka, 18 Agustus 2016
Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan
Sumber:
Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti ,Tafsir
Jalalain ,terj Bahrun Abubakar,Jilid 1dan 2 ,Bandung:Penerbit Sinar
Baru Algensindo ,2009
Manna' Khalil al Qattan, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur'an,terj Mudazkir,Jakarta Litera Antar Nusa ,2001
Nashruddin Baidan,Metodologi Penafsiran al-Qur'an,Yoyakarta:Pustaka Pelajar Offset ,1998
Tim Penulis UNSIQ,Menelisik Keunikan Tafsir Klasik dan Modern,Wonosobo:Pascasarjana UNSIQ Wonosobo-Jateng,2012



0 comments:
Post a Comment