Mengubah mentalitas kerja menjadi
wirausaha memerlukan ketekunan, kesabaran,keuletan dan kerja keras memakan
waktu cukup panjang.
Tak gampang memang, saat masih bekerja yang dia lakukan
berangkat pagi sampai sore dengan jenis pekerjaan yang harus dilakukan sesuai
dengan pertauran perusahaan dengan penghasilan yang sudah ditentukan dengan
gajih tiap bulannya .
Begitu yang dilalui tipa hari, tiap minggu, tipa bulan sampai
tahun ke tahun berkutat dengan rutinitas. Si bungsu “7 Bersaudara” pasangan
Abdul Latief dan Umiyati merintis usahan kerajinan tangan atau craff empat tahun
yang silam ,
Alumnus DII Perpustakaan Universitas Terbuka 2013 bernama Marizka
Latief memberanikan diri terjun dunia enterpreuner sesudah meninggalkan tempat
kerjanya di PT Sanyo Jaya Componet Bekasi karena ingin tantangan baru.
Memilih usaha Industri kreatif
kerajinan tangan berskala kecil atau Craft Indie sebagai usaha yang tengah
berkembang di Indonesia sesuai perkembangan daya beli masyarakat yang makin
meningkat.
Ide menekuni kerajinan tangan kreatif Craft Indie dilakukan sesudah
membaca peluang bisnis yang belum banyak dilakukan banyak orang dan pesaingnya
belum begitu banyak.
Tak butuh modal keuangan banyak mengawalinya, ratusan ribu
rupiah dibelanjakan membeli bahan-bahan
dasar yang dibutuhkan menyesuaikan diri dengan berbagai produk karyanya seperti
assesoris, pernik-pernik kue craff ,pencilase caharakter , pencil charakter
dengan brand LOO craft.
Proses pembuatan sangat sedehana
pertama tama membuat gambar pola di atas kain fanel kemudian digunting dan dijahit dengan teknik tusuk feston, Untuk
menghias character
,Lu begitu panggilan sehari-hari gadis single kelahiran
Kranggan 17 Juli 1989 menggunakan kreasi sendiri karena saat itu masih
terkendala peralatan yang dimilikinya belum mempunyai mesin Printer.
Tak
menyerah dengan segala kekurangan yang ada, untuk menjahit mengggunakan mesin
jahit milik kakaknya Umi Kulsum ,Sistem yang dipakai dalam memproduksi adalah
“made by order” jika ada pesanan baru akan membuat kerajinan tangan yang dipesan lewat pembelinya
dan membuat kreasi sendiri menangkap peluang pasar seperti event Lebaran,Piala
Dunia, HUT RI dll ,
Menjadi seorang Crafter harus selalu tanggap terhadap
dinamika pasar yang selalu berubah karena segmen pasar utamanya anak-anak muda
.
Sistem Online yang digunakan Bunda Paud Sejahtera Desa
Karnggan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas menjadi andalan dalam menjemput
pembelinya melakukan promosi melalui
media sosial Fb,Twitter, WA,Instagram , membuat Halaman Fb LOO Craft
Belanja/Eceran dan htpp//www.loocraft.zulbis.com agar mudah dikenal produk-produk yang dibuat
dan dijual.
Pasar produknya banyak diminati anak-anak muda dengan dinamika
perkembangan hidupnya yang secara umum gemar mengoleksinya peralatan dan
perlengkapan alat tulis, tas, dompet dan asesoris lainnya dengan beraneka macam
kreasi menarik ,modern, dan bergaya.
Banyak produknya dipesan para pembelinya Kota Purwokerto,Purbalingga
Bandung, Surabaya, Malang, Jakarta ,Yogyakarta, Solo di Pulau Jawa , Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau
Sulawesi dll dengan sistem transfer dalam pembayaraannya.
Menjaga mutu produk
kerajinan tangannya menjadi prioritas utamanya disamping menjaga kepuasaan
pelanggan dengan mengirimkan barang tepat sesuai waktunya.
Marizka Latief tak
hanya berbisnis Craft Indie, juga mempunyai bisnis lainnya yaitu menjual pulsa
secara online dari berbagai operator seluler seperti Telkomsel,Indosat,Axis,XL
melalui htpp//www.grosirpulsabanyumas.blog spot.com .








0 comments:
Post a Comment