Hari Bumi pada awalnya diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan
apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang menjadi tempat
tinggal umat manusia yang bernama Bumi.Gaylord Nelson seorang pengajar
dibidang ilmu lingkungan mencanangkan hari bumi bertepatan dengan musim
semi di daerah Northeren Hemisphere pada belahan Bumi Utara dan waktu
gugur pada belahan Bumi Selatan
Jauh sebelum senator AS Gaylord Nelson mencanangkan hari bumi pada 22 April 1970 yang kini diperingati diseluruh dunia pada hari ini,Di Indonesia khusunya di pulau Jawa masyarakat telah memperingati Hari Bumi dengan istilah Sedekah Bumi.sejak lama,dengan pendekatan budaya yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dengan ciri khas tradisi dan budayanya.
Jadi Sedeqah Bumi llebih tua dari Hari Bumi yang dicanangkan Geylord Nelson ataupun hari bumi yang diperingati PBB pada tanggal 20 Maret setiap tahunnya dengan mengambil tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian Jhon McConell pada pada tanggal 20 tahun 1969.
Tanggal tersebut dimana matahri berada tepat diatas katulistiwa atau lebih populer dengan sitilah Ekuinoks Maret.Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Eart Day Network
Sedekah Bumi adalah sebuah prosesi rasa syukur masyarakat kepada Sang Maha Pencipta atas limpahan rizki yang dihasilkan bumi,yang menjadi tempat manusia dengan segala aktivitasnya,sebagi ajang berkumpul,berbagi,berkomunkasi menikmati anugerah hasil bumi .
Sedekah Bumi dilakukan pada awal bulan Muharam atau Sura dengan mengambil tempat diperempatan jalan pada masa awalnya. Perlahan acara sedekah bumi digelar, di balai desa,lapangan,alun-alun dan ruang publik lainnya.
Sedekah Bumi sebagai bentuk prosesi budaya dengan menyajikan bubur sura yang dimasak menggunakan kuali tanah dan menyajikan berbagai makanan yang dikumpulkan warga masyarakat dari hasil pertanian berupa biji-bijian,sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian kemudian dikeluarkan dimakan bersama sesudah dilakukan doa oleh sesepuh atau tokoh masyarakat .
Tak hanya hasil bumi berupa tanaman yang dikumpulkan juga seekor Kerbau yang kemudian disembelih Pada saat itu semua masyarakat tumpah ruah menikmati berbagai makanan hasill bumi berbentuk masakan maupun buah-buahan yang dibentuk dengan sentuhan seni berbentuk gunungan dan masakan daging Kerbau yang menjadi pelengkap upacara Sedekah Bumi ,makin semarak dan merakyat..
Sedekah Bumi yang dilakukan dengan pendekatan budaya, kini semakin punah seiring terjadinya pergeseran cara pandang yang keliru menganggap tradisi Sedeqah Bumi sebagai prosesi budaya yang penuh dengan mistiifikasi atau sebuah perayaan memuja-muja mahluk halus yang menguasai sebuah desa,dusun,grumbul atau tempat.
Kekeliruan pemahaman dan cara pandang yang sempit sering kali menenggelamkan khasanah budaya lokal di berbagai daerah di Indonesia yang makin tergerus oleh sikap ,perilaku dan cara berpikir sempit tanpa mau mengurai sejarah budaya leluhur kita,
Kita sering lagi terkejut dan kagetan manakala budaya kita diambil orang lain atau negeri lain semisal kasus batik,reog ponorogo dll karena kekeliruan dan kesalahan kita tak merawat pusaka leluhur dengan baik dan melakukan inovasi sesuai dengan peradaban generasi masa kini
Kini "Sedekah Bumi" Tinggal Kenangan,
Hari Bumi Makin Dikenang.
Budaya Lokal Makin Dibuang
Budaya Global Makin Disayang....
Uuuuuuuh...Gemes Inyong
Karangnangka 22 April 2016
Mulyono Harsosuwito Putra
Institut Studi Pedesaan dan Kawasan
Jauh sebelum senator AS Gaylord Nelson mencanangkan hari bumi pada 22 April 1970 yang kini diperingati diseluruh dunia pada hari ini,Di Indonesia khusunya di pulau Jawa masyarakat telah memperingati Hari Bumi dengan istilah Sedekah Bumi.sejak lama,dengan pendekatan budaya yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dengan ciri khas tradisi dan budayanya.
Jadi Sedeqah Bumi llebih tua dari Hari Bumi yang dicanangkan Geylord Nelson ataupun hari bumi yang diperingati PBB pada tanggal 20 Maret setiap tahunnya dengan mengambil tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian Jhon McConell pada pada tanggal 20 tahun 1969.
Tanggal tersebut dimana matahri berada tepat diatas katulistiwa atau lebih populer dengan sitilah Ekuinoks Maret.Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Eart Day Network
Sedekah Bumi adalah sebuah prosesi rasa syukur masyarakat kepada Sang Maha Pencipta atas limpahan rizki yang dihasilkan bumi,yang menjadi tempat manusia dengan segala aktivitasnya,sebagi ajang berkumpul,berbagi,berkomunkasi menikmati anugerah hasil bumi .
Sedekah Bumi dilakukan pada awal bulan Muharam atau Sura dengan mengambil tempat diperempatan jalan pada masa awalnya. Perlahan acara sedekah bumi digelar, di balai desa,lapangan,alun-alun dan ruang publik lainnya.
Sedekah Bumi sebagai bentuk prosesi budaya dengan menyajikan bubur sura yang dimasak menggunakan kuali tanah dan menyajikan berbagai makanan yang dikumpulkan warga masyarakat dari hasil pertanian berupa biji-bijian,sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian kemudian dikeluarkan dimakan bersama sesudah dilakukan doa oleh sesepuh atau tokoh masyarakat .
Tak hanya hasil bumi berupa tanaman yang dikumpulkan juga seekor Kerbau yang kemudian disembelih Pada saat itu semua masyarakat tumpah ruah menikmati berbagai makanan hasill bumi berbentuk masakan maupun buah-buahan yang dibentuk dengan sentuhan seni berbentuk gunungan dan masakan daging Kerbau yang menjadi pelengkap upacara Sedekah Bumi ,makin semarak dan merakyat..
Sedekah Bumi yang dilakukan dengan pendekatan budaya, kini semakin punah seiring terjadinya pergeseran cara pandang yang keliru menganggap tradisi Sedeqah Bumi sebagai prosesi budaya yang penuh dengan mistiifikasi atau sebuah perayaan memuja-muja mahluk halus yang menguasai sebuah desa,dusun,grumbul atau tempat.
Kekeliruan pemahaman dan cara pandang yang sempit sering kali menenggelamkan khasanah budaya lokal di berbagai daerah di Indonesia yang makin tergerus oleh sikap ,perilaku dan cara berpikir sempit tanpa mau mengurai sejarah budaya leluhur kita,
Kita sering lagi terkejut dan kagetan manakala budaya kita diambil orang lain atau negeri lain semisal kasus batik,reog ponorogo dll karena kekeliruan dan kesalahan kita tak merawat pusaka leluhur dengan baik dan melakukan inovasi sesuai dengan peradaban generasi masa kini
Kini "Sedekah Bumi" Tinggal Kenangan,
Hari Bumi Makin Dikenang.
Budaya Lokal Makin Dibuang
Budaya Global Makin Disayang....
Uuuuuuuh...Gemes Inyong
Karangnangka 22 April 2016
Mulyono Harsosuwito Putra
Institut Studi Pedesaan dan Kawasan


KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.
ReplyDeleteKAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.
KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.